Entri Populer

Selasa, 27 Maret 2012

Yakinlah....

Setelah selesai melaksanakan wukuf di Arafah, seorang jamaah tiba-tiba menghampiri kami dan dengan penuh keraguan dia bertanya kepada Ustadz kami.  ...
"Ya ustadz... kira-kira Allah mengamuni dosa saya tidak ya ?... "
"Istighfar Pak Haji,... antum baru saja melakukan dosa yang pertama setelah berwukuf, yaitu tidak meyakini janji Allah"

Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda :  "Barang siapa ber-Haji, tidak berkata kotor dan berbuat  fasik, niscaya ia akan terhapuskan dari dosanya sebagaimana bayi yang baru dilahirkan".
Oleh karenanya ber-Hajilah dengan penuh keyakinan, dan ketika telah selesai melaksanakannya,  yakinlah bahwa Allah telah mengampuni dosa, melipat gandakan segala amal ibadah dan mengabulkan segala do’a kita. Aamiin.

Rabu, 21 Maret 2012

Nenek-ku

Sungguh tak ada maksud ria dan pamer ketika menceritakan tentang nenek-ku ini. Nenek-ku, beliau seorang yang bersahaja dengan penampilan yang sederhana, jauh dari mewah. Kemana-mana berkebaya dan mbecak , naik becak, red . Dan beliau cukup berbahagia dengan mbecak. Hampir semua cucu-cucunya pernah kebagian tugas menjadi tongkat untuk "berpegang dan gandengan" beliau, mengantar kemana beliau ingin pergi dengan "mbecak". Aku termasuk salah satunya. Hehehe... cucu-cucu yang lain boleh ikut unjuk jari....


Satu hal yang wajib dicontoh dari beliau ... semangatnya dalam beribadah yang tak pernah surut. Kalau sedang sujud ,.... sholat maksudnya. Bikin KO para cucu yang menunggu minta uang jajan. Lama bro... Beliau pasti tidak lupa juga mengerjakan Sholat-sholat Sunat yang menyertai Sholat Fardhu. Dan yang masih nyangkut di ingatanku... bagaimana beliau bersungguh-sungguh mengupayakan sejumlah dana untuk membiayai anak sulung nya , ....Pakde-ku  , untuk berangkat Haji mem-Badalkan Haji (berangkat haji di niatkan untuk orang lain) anak bungsunya , ...Pak Lik-ku yang meninggal di usia muda dan belum sempat ber-Haji.  Beliau bersungguh-sungguh memastikan ke-tujuh anaknya sudah melaksanakan ke semua rukun Islam. Yang sudah mampu di dorong-dorong beliau untuk tidak menunda-nunda dan bersegera melaksanakanya. Dan Alhamdulillah semuanya terlaksana menunaikan ibadah Haji...

Ah ... aku jadi semangat untuk berupaya memastikan anak-anakku kelak melaksanakan seluruh rukun Islam , InsyaAllah.. Aamiin.

Sabtu, 17 Maret 2012

Berhaji Selagi Muda, Kenapa tidak ?

Saat ini, berkat kemajuan teknologi, ber-Haji atau berangkat pergi haji menjadi mudah, tidak sesulit masa lalu. Lama perjalanan semakin singkat. Komunikasi semakin mudah. Hambatan cuaca tidak menjadi hal yang sulit untuk diatasi. Fasilitas akomodasi yg tersedia semakin memberikan kenyamanan ber-Haji. Jadi apalagi yang menjadi hambatan memenuhi panggilan Allah untuk ber-Haji ?. Hmmmm ... apa ya ?


Ber-Haji hanya bagi yang Istitha'ah atau berkemampuan. Istitha'ah atau berkemampuan adalah salah satu syarat ber-Haji. Tidak wajib hukumnya orang yang tidak berkemampuan untuk ber-Haji. Baik berkemampuan secara materi, fisik, maupun kondisi lingkungan(ada tidaknya sarana dan prasarana serta keamanan untuk ber-Haji). Namun, masih banyak orang yang sudah di berikan semua kemampuan ber-Haji tetap tidak punya Niatan untuk Ber-Haji. Adapula yang sudah punya niatan ber-Haji, namun masih menunda-nunda. ...... Ada ya yang begitu ? ... banyak!!
Diriwayatkan dari shahabat Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu beliau berkata: “Barangsiapa yang mampu berhaji namun tdk mau menunaikan maka tidaklah ia meninggal dunia melainkan dalam keadaan Yahudi atau Nashrani.”........ Nah loe....
So... Bersegeralah bila sudah diberi kemampuan, jangan menunda-nunda, jangan menunggu hingga tua. Ber-Hajilah selagi muda, badan masih sehat, stamina dan tenaga masih kuat. Ibadah haji adalah ibadah fisik, akan terasa berat bila dilaksanakan setelah lanjut usia. Dan satu hal lagi, umur hanya Allah yang tahu. Jangan menyesal setelah ajal menjelang.

Tapi kan belum pandai mengaji .... Berhaji tidak dituntut untuk pandai mengaji, tidak dituntut hafal banyak do'a. Yang dibutuhkan adalah niat dan keikhlasan memenuhi panggilan Allah. Bila sudah diberikan kelapangan rizki, cukup sandang papan dan kendaraan, maka niatkan ber-Haji. InsyaAllah akan dimudahkan jalanya.
...... Ah jadi teringat kisah dalam novel atau film Negri Lima Menara, yang bercerita tentang seorang tokohnya yang  punya niat ber-Haji yang kuat. Kalaupun tak diberikan cukup rizki, ia sudah menyiapkan sebuah peta rencana perjalanan ke kota mekkah walau harus ditempuh dengan berjalan kaki sekalipun.

Menunda-nunda ber-Haji ...... Ah jadi malu sama Allah.