Entri Populer

Jumat, 27 April 2012

Info Quota Haji Khusus


Surat Pemberitahuan dari DEPAG RI itu menyebutkan bahwa calon jamaah haji khusus yang diperbolehkan melunasi setoran haji untuk keberangkatan tahun 2012 sementara adalah sampai dengan nomer porsi 3000102299. Wah saya nggak termasuk dong ya pak, seru seorang calon jamaah dari seberang telpon setelah saya jelaskan tentang pengumuman tersebut. Percakapan tersebut masih berlanjut dengan beberapa pertanyaan yang serupa dengan beberapa orang sebelumnya.

Pendaftaran ONH khusus saat ini memang dibuka sepanjang tahun, artinya tidak ada batasnya. Bila quota di suatu tahun sudah terpenuhi akan dilanjutkan mengisi quota tahun berikutnya. Sistem Komputer Haji Terpadu atau di kenal dengan Siskohat akan memberikan nomer urut porsi kepada setiap jamaah yang mendaftar. Dari nomer porsi tersebut bisa diperkirakan kapan seorang jamaah akan dapat berangkat haji. Setiap tahun ONH Khusus secara nasional di beri jatah quota sebesar 16.000 jamaah. Namun setiap tahun biasanya pemerintah Indonesia mendapat tambahan quota dari quota negara2 lain yg tidak terpakai. Besarnya tambahan quota tidak menentu. tahun 2011 tambahan quota itu sebesar 10.000 quota. 7.000 quota dibagikan kepada Haji Regular dan sisanya 3.000 quota di berikan kepada Haji Khusus

Jadi bila tahun 2012 ini diasumsikan ada quota tambahan sebesar 3000 quota juga, maka nomer porsi haji khusus paling akhir yg berangkat tahun ini menjadi 3000102299 + 3000 = 3000105299. atau biasa dibaca 105.299
Tahun 2013 nomer porsi paling awal  adalah 105.300 jadi dapat diperkirakan jamaah yang akan berangkat tahun depan dengan asumsi quota haji khusus setelah penambahan quota sebesar 19.000 adalah no porsi  105.300. -  124.299
tahun 2014 nomer porsi 124.300 - 143.299
tahun 2015 nomer porsi 143.300 - 163.299 dan seterusnya

Sampai hari ini pendaftaran haji masih terus berlangsung walaupun ada isu akan adanya penghentian pendaftaran haji sementara (moratorium) oleh pemerintah. Dan bila seorang calon jamaah mendaftar hari ini  akan mendapatkan no porsi sekitar 147.000-an.

Hitungan tentang quota , nomer porsi dan tahun keberangkatan ini hanya untuk haji khusus dengan quota resmi pemerintah yang pendaftarannya melalui biro travel resmi yang mempunyai ijin penyelenggaraan haji khusus dari DEPAG RI.

Hitung-hitungan ini tidak berlaku untuk quota haji yg non pemerintah atau biasa disebut Haji Non Quota. Di kalangan penyelenggara haji biasa disebut sebagai Visa Haji Furoda atau Visa Haji Perseorangan Mandiri. Quota yang dipakai adalah quota yang bukan jatah pemerintah RI, tapi quota haji dari perseorangan yang biasanya memang dimiliki oleh beberapa Emir Saudi yang di hadiahkan kepada beberapa perseorangan di Indonesia yang mereka kenal baik. Namun demikian tidak ada yang dapat menjamin visa seperti ini pasti berangkat, biasanya tidak semuanya di setujui oleh Kedututaan Arab Saudi di Indonesia..

Senin, 23 April 2012

Serba Serbi Haji 2



Muslim Sedunia
Ber-Haji mempertemukan umat muslim sedunia, setiap tahun selalu ada rombongan-rombongan baru. Setelah rombongan Haji Amerika dan Canada, beberapa tahun belakangan ini nampak pula hadir di tanah suci rombongan haji China, Chehnya, Taiwan, Bosnia dan Serbia


Haji China



Rombongan Haji Taiwan


Haji Serbia

Haji Zudjian


Ikhlas Menikmati
Haji juga peristiwa berkumpulnya berjuta-juta orang di tempat yang sama melakukan kegiatan yang sama pada waktu yang bersamaan. Kondisi ini akan melahirkan banyak hal yang tak lazim, hiruk pikuk, kemacetan dan berbagai peristiwa mungkin saja terjadi.Untuk itu hanya satu kata yang tepat ... Ikhlas menikmati jamuanNya.

Istirahat sejenak melepas lelah di pelataran Masjidil Haram, setelah ber Wukuf di Arafah, Mabit di Muzdalifah dan Thowaf  Ifadhah dan Sa'i di Masjidil Haram. Beralas ubin beratap langitpun jadilah.
Dimanapun dan dalam kondisi apapun, jangan lupa untuk tetap makan
Sholat Jumat pun dijalanan akibat meluapnya jamaah haji.
Ngompreng diatas bus, ketika bus yang seharusnya menjemput terjebak macet dan tak bisa menjemput. Keceriaan tersendiri.

Rabu, 18 April 2012

Serba Serbi Haji 1

Banyak hal yang menarik dalam Ibadah Haji. Sisi lain sebuah perjalanan Haji. Beberapa sempat terdokumentasikan.

Aci Banda 
Sebenarnya kami tidak tahu pasti nama makanan ini, namun saat pelayan disebuah warung makan Pakistan di Madinah menyajikan makanan ini, dia berulang-ulang menyebut Aci Banda. Jadi kami pikir makanan ini bernama Aci Banda.  Setelah berulang-ulang dia menyebut Aci Banda barulah kami menyadari bahwa dia sedang bertanya. Kami masih juga tidak mengerti apa maksudnya dengan pertanyaan yang dii lontarkannya. "Aci Banda ? Aci Banda ?"
Aaahhh ya... mungkin maksudnya Banda Aceh, "Tsunami" ? saya balik bertanya ? dan dia jawab "Aiwa" Rupanya dia ingin mendengar kabar tentang Tsunami di Aceh. Setelah kami terangkan tentang kondisi di Aceh saat itu, tentunya dengan bantuan bahasa Isyarat  bercampur bahasa arab ala kadarnya disisipi dengan bahasa Inggris. Dia kemudian mendoakan semoga Aci Banda Sabar dan Tawakal.





Al Baik 248
Bila anda pergi ke Restoran cepat saji Al Baik di Saudi Arabia (semacam Ayam Goreng Kentucky versi arab), maka anda akan menemukan prosedur antrian pemesanan makanan. Bila anda sudah pesan dan membayar harga makanan yang anda pesan maka anda akan medapatkan nomer antrian pengambilan pesanan anda. Pesanan yang sudah siap dan dapat diambil nomernya akan terpampang di monitor pengumuman. Tintong "248"


Haji Kecil
Tak jarang di jumpai jamaah yang membawa serta anak-anak mereka ber-Haji. Kehadiran anak-anak ini menjadi hiburan tersendiri bagi si orang tua maupun para jamaah lainnya. Obat rindu pada anak-anak atau cucu-cucu yang mereka tinggalkan di tanah air.



Makanpun Antri
Haji identik dengan antrian. Masuk masjid antri, naik lift antri, makan antri, ke toiletpun antri, bahkan sekarang berangkat haji itu sendiri antri. Sudahkah anda masuk dalam antrian porsi haji ?

Selasa, 03 April 2012

Panggilan Ber-Haji

Mas Slamet tinggal di sebuah kampung di kaki sebuah gunung vulkanik yang masih aktiv. Hampir setiap 4 tahun sekali gunung api tersebut menunjukkan aktivitas yang meningkat, namun siklus empat tahunan ini selalu tidak sampai membahayakan kampung mas Slamet. Tapi berbeda kali ini, nampaknya gunung api tresebut benar-benar akan meletus. status AWAS bahaya gunung berapi sudah di canangkan oleh pemerintah, semua warga diungsikan. Sampailah pada giliran mas Slamet diungsikan. Namun mas Slamet bersikukuh tidak mau diungsikan. Dia yakin bahwa gunung itu tidak meletus dan tidak akan menghancurkan kampungnya  seperti halnya tahun-tahun sebelumnya.

Seorang tetangganya sudah membujuknya untuk mengungsi bersamanya dengan sebuah sepeda motor. Pak Lurah juga sudah memaksanya untuk mengungsi bersama-sama sebagian besar penduduk kampung dengan sebuah mini truk. Terakhir seorang saudaranya yang sudah tiba di pengungsian kembali ke kampung mas Slamet dengan sebuah mobil untuk mengajaknya mengungsi, namun ia tetap tidak mau beranjak mengungsi.
Akhirnya gunung itu benar-benar meletus dan meninggallah  mas Slamet terkena letusan gunung api tersebut.

Di Alam kubur , mas Slamet bertemu dengan malaikat dan langsung protes keras. Dia bertanya kepada malaikat mengapa Allah tidak menyelamatkannya, bukankah ia sudah ber do'a memohon pertolongan Allah. Malaikat cuma bisa geleng-geleng kepala, tersenyum kecut dan menjawab, "Slamet ...Slamet.... bukankah Allah sudah mengirimkan tiga pertolongan, pertama melalui tetanggamu yang mengajakmu mengungsi, ke-dua melalui pak Lurah, ke-tiga melalui saudaramu yang sudah bersusah payah dengan mobilnya kembali lagi ke kampumu untuk mengajakmu mengungsi".

Cerita ini hanyalah sebuah rekaan  (hehehe ... bisa-bisanya saya aja). namun benang merah dari cerita tersebut, seringkali hal yang sama terjadi pada banyak pribadi muslim. Allah sudah menyerukan panggilan ber-Haji melalui Nabi Ibrahim dan diteruskan kembali oleh malaikat-malaikat  dan hamba-hamba Allah yang lain, ditegaskan kembali dalam Al Qur'an dan hadits yang disampaikan melalui Nabi Muhammad SAW , dan mungkin terakhir kali sampai ke anda melalui blog mungil ini. Tapi kadang kita tak mau membuka hati kita untuk menjawab panggilan itu, meskipun kita sudah dilimpahi kecukupan keadaan untuk melaksanakannya.

Bro, Friends, saudaraku semuanya... apa iya , kita kudu bertemu dan melihat dulu di alam kubur malaikat-malaikat geleng-geleng kepala dan tersenyum kecut  baru kita menyesal, kenapa kita ngga ber-Haji sebelum meninggal dunia.

Selasa, 27 Maret 2012

Yakinlah....

Setelah selesai melaksanakan wukuf di Arafah, seorang jamaah tiba-tiba menghampiri kami dan dengan penuh keraguan dia bertanya kepada Ustadz kami.  ...
"Ya ustadz... kira-kira Allah mengamuni dosa saya tidak ya ?... "
"Istighfar Pak Haji,... antum baru saja melakukan dosa yang pertama setelah berwukuf, yaitu tidak meyakini janji Allah"

Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda :  "Barang siapa ber-Haji, tidak berkata kotor dan berbuat  fasik, niscaya ia akan terhapuskan dari dosanya sebagaimana bayi yang baru dilahirkan".
Oleh karenanya ber-Hajilah dengan penuh keyakinan, dan ketika telah selesai melaksanakannya,  yakinlah bahwa Allah telah mengampuni dosa, melipat gandakan segala amal ibadah dan mengabulkan segala do’a kita. Aamiin.

Rabu, 21 Maret 2012

Nenek-ku

Sungguh tak ada maksud ria dan pamer ketika menceritakan tentang nenek-ku ini. Nenek-ku, beliau seorang yang bersahaja dengan penampilan yang sederhana, jauh dari mewah. Kemana-mana berkebaya dan mbecak , naik becak, red . Dan beliau cukup berbahagia dengan mbecak. Hampir semua cucu-cucunya pernah kebagian tugas menjadi tongkat untuk "berpegang dan gandengan" beliau, mengantar kemana beliau ingin pergi dengan "mbecak". Aku termasuk salah satunya. Hehehe... cucu-cucu yang lain boleh ikut unjuk jari....


Satu hal yang wajib dicontoh dari beliau ... semangatnya dalam beribadah yang tak pernah surut. Kalau sedang sujud ,.... sholat maksudnya. Bikin KO para cucu yang menunggu minta uang jajan. Lama bro... Beliau pasti tidak lupa juga mengerjakan Sholat-sholat Sunat yang menyertai Sholat Fardhu. Dan yang masih nyangkut di ingatanku... bagaimana beliau bersungguh-sungguh mengupayakan sejumlah dana untuk membiayai anak sulung nya , ....Pakde-ku  , untuk berangkat Haji mem-Badalkan Haji (berangkat haji di niatkan untuk orang lain) anak bungsunya , ...Pak Lik-ku yang meninggal di usia muda dan belum sempat ber-Haji.  Beliau bersungguh-sungguh memastikan ke-tujuh anaknya sudah melaksanakan ke semua rukun Islam. Yang sudah mampu di dorong-dorong beliau untuk tidak menunda-nunda dan bersegera melaksanakanya. Dan Alhamdulillah semuanya terlaksana menunaikan ibadah Haji...

Ah ... aku jadi semangat untuk berupaya memastikan anak-anakku kelak melaksanakan seluruh rukun Islam , InsyaAllah.. Aamiin.

Sabtu, 17 Maret 2012

Berhaji Selagi Muda, Kenapa tidak ?

Saat ini, berkat kemajuan teknologi, ber-Haji atau berangkat pergi haji menjadi mudah, tidak sesulit masa lalu. Lama perjalanan semakin singkat. Komunikasi semakin mudah. Hambatan cuaca tidak menjadi hal yang sulit untuk diatasi. Fasilitas akomodasi yg tersedia semakin memberikan kenyamanan ber-Haji. Jadi apalagi yang menjadi hambatan memenuhi panggilan Allah untuk ber-Haji ?. Hmmmm ... apa ya ?


Ber-Haji hanya bagi yang Istitha'ah atau berkemampuan. Istitha'ah atau berkemampuan adalah salah satu syarat ber-Haji. Tidak wajib hukumnya orang yang tidak berkemampuan untuk ber-Haji. Baik berkemampuan secara materi, fisik, maupun kondisi lingkungan(ada tidaknya sarana dan prasarana serta keamanan untuk ber-Haji). Namun, masih banyak orang yang sudah di berikan semua kemampuan ber-Haji tetap tidak punya Niatan untuk Ber-Haji. Adapula yang sudah punya niatan ber-Haji, namun masih menunda-nunda. ...... Ada ya yang begitu ? ... banyak!!
Diriwayatkan dari shahabat Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu beliau berkata: “Barangsiapa yang mampu berhaji namun tdk mau menunaikan maka tidaklah ia meninggal dunia melainkan dalam keadaan Yahudi atau Nashrani.”........ Nah loe....
So... Bersegeralah bila sudah diberi kemampuan, jangan menunda-nunda, jangan menunggu hingga tua. Ber-Hajilah selagi muda, badan masih sehat, stamina dan tenaga masih kuat. Ibadah haji adalah ibadah fisik, akan terasa berat bila dilaksanakan setelah lanjut usia. Dan satu hal lagi, umur hanya Allah yang tahu. Jangan menyesal setelah ajal menjelang.

Tapi kan belum pandai mengaji .... Berhaji tidak dituntut untuk pandai mengaji, tidak dituntut hafal banyak do'a. Yang dibutuhkan adalah niat dan keikhlasan memenuhi panggilan Allah. Bila sudah diberikan kelapangan rizki, cukup sandang papan dan kendaraan, maka niatkan ber-Haji. InsyaAllah akan dimudahkan jalanya.
...... Ah jadi teringat kisah dalam novel atau film Negri Lima Menara, yang bercerita tentang seorang tokohnya yang  punya niat ber-Haji yang kuat. Kalaupun tak diberikan cukup rizki, ia sudah menyiapkan sebuah peta rencana perjalanan ke kota mekkah walau harus ditempuh dengan berjalan kaki sekalipun.

Menunda-nunda ber-Haji ...... Ah jadi malu sama Allah.